1. Jenis
Pelajaran
Setiap mata pelajaran memiliki karateristik masing-masing
dan mengandung kekhususan yang membedakan satu mata pelajaran dengan
mata pelajaran yang lainnya. Maka dari itu, cara pengajaran tiap mata
pelajaran itu berbeda-beda. Ada yang penyampaiannya dapat dilakukan
hanya teoritis saja, ada yang memerlukan praktik, bahkan ada yang harus
melakukan eksperimen atau percobaan.
Dalam sudut pandang ilmu didaktik, para pengajar harus
menerapkan metode yang tepat agar pelajaran yang ia sampaikan tidak
monoton dan membosankan. Ada beberapa pelajaran yang “rawan” dalam hal
ini, biasanya pelajaran-pelajaran yang memerlukan metode penyampaian
satu arah cenderung lebih membosankan daripada metode belajar dua arah,
seperti Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi. Dalam mata pelajaran Sosiologi
yang berisi analisa dari para sosiolog tentang gejala-gejala yang timbul
dalam masyarakat, jika sang pengajar menjelaskan pelajaran ini dengan
gaya yang monoton, tidak jarang akan menimbulkan perasaan bosan yang
dapat memecah konsentrasi belajar para siswa. Demikian juga dengan ilmu
Sejarah, jika guru tidak pandai menerangkan dan menyampaikannya kepada
para siswa, bisa-bisa malah menjadi dongeng empuk pengantar tidur.
Pelajaran-pelajaran eksak memang tak menggunakan metode
pengajaran satu arah, karena harus disampaikan dengan metode latihan dan
eksperimen. Namun tak jarang guru malah menerapkan metode pengajaran
satu arah. Bila pelajaran Kimia umpamanya diajarkan hanya melalui
penjelasan lisan dari pengajar, tentu akan menimbulkan kepenatan luar
biasa di kalangan murid.
Jadi, metode satu arah dapat diterapkan asal menggunakan
cara yang interaktif, motivatif, inspiratif, dan membangun karakter
murid, karena cara ini akan mengikutsertakan siswa dalam proses belajar
mengajar yang tentunya memacu konsentrasi siswa dalam menyerap
pelajaran.
2. Kurangnya
rangsangan keaktifan siswa dalam belajar
Tingkat kecerdasan setiap siswa berebeda-beda. Ada siswa
yang cerdas sehingga mampu menyerap pelajaran dalam sekali penyampaian,
dan ada juga siswa yang harus mendapat berulang kali pengarahan baru ia
mengerti dan memahami suatu pelajaran. Siswa yang mampu menyerap
pelajaran dengan mudah bisanya lebih aktif daripada siswa yang kurang
mampu menyerap pelajaran dengan baik, hal ini karena kebanyakan mereka
menganggap bahwa dirinya tidak akan bisa memahami pelajaran ( rendah
diri ). Ini menjadi penyebab terpenting dalam membangun kebosanan bagi
siswa. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk merangsang keaktifan
para siswa.
Contoh mudah adalah dengan membuat sebuah game sederhana
yang memacu keaktifan pelajar, berupa kuis yang berisi pertanyaan logika
atau hal-hal menyenangkan lainnya. Yang penting adalah, sedapat mungkin
para guru membuat semua siswa aktif dalam belajar dengan membuat
kegiatan yang mengasyikkan. Jangan biarkan para siswa belajar secara
pasif. Sebagaimana yang telah disinggung di poin pertama, hendaknya
setiap murid diikutsertakan dalam proses pembelajaran, sebab hal ini
sangat menguntungkan bagi guru dan murid, karena guru dan murid
masing-masing akan mengetahui kelemahannya untuk kemudian dievaluasi
agar tercipta proses belajar mengajar yang lebih baik.
3.
Pendekatan yang salah
Seringkali seorang guru mencoba untuk membangun image
yang menjadikan dirinya berwibawa. Namun banyak guru salah kaprah dalam
menerapkan image ini. Bukannya bertambah wibawa, tidak jarang
malah mereka menjadi olok-olokan di kalangan siswa. Ini terjadi karena
para pengajar sering melakukan pendekatan yang salah terhadap para
muridnya.
Masih menurut Dr. Carnegie, tidak ada seorang manusia pun
yang rela direndahkan derajatnya dan harga dirinya. Oleh sebab itu, jika
seorang guru membangun wibawanya dengan cara menyombongkan dirinya dan
menjatuhkan harga diri siswanya melalui kata-kata yang menunjukkan bahwa
hanya sang gurulah yang benar, maka penjelasan dari guru tersebut tidak
akan pernah didengar oleh para siswa, sebaliknya mereka akan mencari
kesibukan masing-masing atau bahkan mereka tidur di kelas. Demikian
halnya jika sang guru memberi kesan agar murid-murid takut kepadanya,
yang terjadi adalah para murid hanya akan hormat sesaat kepada sang guru
yaitu pada saat jam pelajaran sedang berlangsung, akan tetapi di luar
itu sang guru tersebut menjadi bahan olok-olokan dan bahan tertawaan
bagi siswanya. Jadilah guru yang disegani bukan ditakuti, karena kalau
disegani walaupun gurunya tidak ada mereka tetap hormat, tapi kalau
ditakuti, begitu gurunya tidak ada langsung menjadi bahan tertawaan.
Pendekatan semacam ini menyebabkan guru sering menganggap
remeh kepada muridnya, sehingga ia pun mengajarkan hal-hal yang
sebenarnya telah diketahui oleh siswanya, dan yang lebih parahnya lagi,
apa yang ia ajarkan itu terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Jika
ini terjadi, maka dapat dipastikan murid tidak akan mau berkonsentrasi,
sebab ia merasa telah memahami permasalahan tersebut lebih baik daripada
gurunya.
Padahal sebagai seorang guru yang baik, sudah seharusnyalah
untuk berlaku adil. Maksudnya, walaupun secara perhitungan kasar
mayoritas siswanya berpengetahuan rendah, tapi tetap ada beberapa siswa
yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata, mereka juga mempunyai hak
untuk diberi pelajaran yang lebih baik, dan setiap guru harus mampu
mengayomi minat belajar siswanya.
Dalam ilmu retorika, seorang pembicara akan sukses bila apa
yang ia sampaikan betul-betul dapat mengubah pikiran orang lain, dan
ini hanya akan terjadi, bila sang pembicara mampu menarik minat
pendengar, yaitu dengan cara melakukan pendekatan yang sesuai dengan
keinginan pendengar. Hal inilah yang harus dipelajari setiap guru agar
sukses dalam menyampaikan materi pelajaran kepada murid-muridnya.
4. Kondisi
kejiwaan yang sedang memburuk
Kondisi fisik yang baik belum tentu akan menghasilkan
perbuatan yang baik pula, walaupun pepatah berkata bahwa di dalam tubuh
yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, namun faktanya sering
berlainan. Maka kondisi kejiwaan ( mood ) harus benar- benar sesuai agar
menciptakan hasil yang sesuai pula. Manusia sebagai makhluk yang cerdas
sebenarnya lebih sering dipengaruhi oleh keadaan jiwa dalam melakukan
suatu pekerjaan. Maka dari itu, guru haruslah mengetahui mood
murid-muridnya, jangan-jangan murid tersebut sedang ada masalah di luar
sekolah, entah di rumah atau di tempat lainnya. Adakanlah bimbingan
konseling untuk mengatasinya, jadikanlah sekolah sebagai tempat yang
nyaman dan melindunginya, ini akan membantu untuk meningkatkan gairah
dan semangat belajarnya.
Sebagai penutup, hindarilah keempat hal di atas agar
tercipta suasana belajar yang menjadi idaman semua orang. Ingatlah,
belajar yang baik itu tidak penting mahal atau fasilitasnya harus
canggih, karena hal tersebut tidak menjamin proses belajar yang efektif
tanpa adanya metode belajar yang baik, tapi yang terpenting adalah
bagaimana caranya kita untuk menjadikan belajar itu menjadi
menyenangkan.
Bagaimana cara agar kita tidak cepat bosan belajar ?
1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pada saat kegiatan belajar berlangsung.Lakukan identifikasi hal-hal yang harus dilakukan dan melaksanakannya agar tidak ada beban.
2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa
Depan
Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar
nanti akan sukses jadi orang pandai,penghasilan besar,dan lain-lain. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan.
3. Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal belajar dengan aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian,jalan-jalan ke mall, dan lain sebagainya.Kalau sudah terlanjur capek maka belajar sebentar pun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu setelah bangun tidur langsung belajar yang serius.
4. Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran,sambil jalan-jalan,sambil nonton tv,sambil ngobrol,sambil jongkok,dan lain sebagainya.Belajarlah
dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja
kursi sekolah atau kampus. Jangan belajar sambil menghibur diri yang mengganggu seperti sambil main video game, main komputer,nonton televisi, sambil baca komik,dan sebagainya.
5. Makanan dan Minuman
Pendamping
Pendamping
Siapakan makanan dan minuman ringan yang biasa-biasa saja sekedar untuk isi perut dan menghilangkan
haus saja.
6. Tempat Yang Tenang Tanpa
Pengganggu Konsentrasi Belajar
Pengganggu Konsentrasi Belajar
Hindari lokasi belajar yang berisik yang mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau kamu sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang. Tutup jendela dan pintu juga agar bila ada sesuatu yang lewat atau bergerak kita tidak terpancing untuk melihatnya.
7. Cari Tahu Metode Belajar Yang
Tepat
Tepat
Terkadang ada orang yang pelajaran bisa masuk ke otak jika sambil mendengarkan musik, sambil
menyanyi, sambil keliling-keliling,sambil corat-coret kertas, dan lain-lain. Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak.
8. Strategi Menghapal Materi
Pelajaran
Pelajaran
Jika kamu punya kesulitan menghapal dan memahami pelajaran maka sebainya kamu membuat rangkuman pelajaran yang menurut kamu mudah dimengerti dan dapat dilihat dibaca-baca kembali jika ada yang lupa.Bisa juga membuat hubungan gambar-gambar yang mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran untuk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yang telah dipelajari, dan lain-lain.
9. Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan
pun bisa-bisa menjadi sakit seperti pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain.Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa terlupakan.
10. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah membuat komitmen maka kamu harus tidak mudah kangen,cemburu, dan sebagainya. Nanti kalau sudah sukses dan mapan maka akan ada banyak cewek atau cowok yang antri buat kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar